8 Kesalahan Saat Memakai Kondom yang Sering Dilakukan Pria

Kondom dianggap sebagai alat pelindung yang paling gampang dan tepat sasaran dalam mencegah kehamilan. Namun, kekeliruan saat memakai kondom seringkali terjadi dikala sedang berhubungan intim.

Meski menonjol simpel, kelalaian penggunaan kondom dapat menyebabkan beragam keadaan sulit. Mulai dari berbagai penyakit menular seksual, hingga disfungsi ereksi.

 

Kesalahan Pemakaian Kondom yang Acap Dikerjakan

 

Walau menonjol remeh, mengenali jenis kesalahan dalam menerapkan kondom juga dapat terjadi. Kenali apa saja kekeliruan tersebut supaya kamu tak ikut serta melakukannya.

 

Salah Membeli Ukuran Kondom

Tiap pria mempunyai ukuran alat vital yang berbeda. Sebelum membeli kondom, pastikan kamu telah mengetahui ukuran yang sesuai dengan alat vital mu.

 

Selain itu, hindari membeli http://www.tokonur.com/minyak-bulus/ kondom dengan ukuran yang tak layak. Ukuran kondom yang terlalu sempit akan menghambat suplai darah pada alat vital, yang berisiko menyebabkan disfungsi ereksi.

 

Itu pula sebaliknya, menerapkan ukuran kondom yang terlalu besar juga mengakibatkan kondom mudah lepas ketika melakukan relasi intim.

 

Tak Memerhatikan Tanggal Kedaluwarsa

Siapa bilang kondom tidak dapat kedaluwarsa? Umumnya kondom memiliki tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan. Sebaiknya, hindari pemakaian kondom yang sudah lewat batas tanggal.

Menyimpan hal yang demikian juga dapat menyebabkan kondom mudah rusak dan kurang tepat sasaran dalam mencegah kehamilan serta penyakit menular seksual.

 

Salah Dalam Kecuali Kondom

Selain tanggal kedaluwarsa, metode penyimpanan kondom juga patut diamati. Pasalnya, menyimpan di tempat yang tidak seharusnya (seperti di dompet atau saku celana) dianggap bisa merusak kondom.

 

Memakai terbaik menaruh kondom merupakan dengan menaruhnya di tempat yang teduh dan kering, supaya kondom tidak kehilangan efektivitasnya.

 

Dikala Kondom Menerapkan Belum Ereksi

Seringkali kesalahan ini terjadi. Saat kondom sebelum alat vital sepenuhnya ereksi justru akan membikin kondom lebih susah diterapkan. Menyimpan ini juga dapat membikin kondom berubah posisi dan terlepas dikala sedang ereksi.

 

Salah Memilih Bahan Pelumas

Karena intim akan kian nyaman seandainya menggunakan pelumas. Tapi, jangan sampai kau salah memilih bahan pelumas.

 

Menerapkan, menggunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti minyak mineral, losion, atau petroleum jelly dianggap dapat melemahkan bahan kondom.

 

Sebaiknya, pakai pelumas berbahan dasar air saat berhubungan intim http://www.tokonur.com/ dengan menerapkan kondom. Pelumas variasi ini juga mempunyai risiko lebih rendah memunculkan reaksi alergi.

 

Ketika Kondom Lebih Dari Satu

Dikala kondom lebih dari satu bukan berarti lebih aman. Pasalnya mengaplikasikan dua kondom sekaligus bisa menyebabkan pergesekan antara kondom, sehingga membuatnya gampang robek.

 

Meskipun Kondom Secara Berulang

Perlu diingat apabila kondom cuma bisa diterapkan untuk sekali penggunaan. Walaupun kondom secara berulang tak hanya menghilangkan fungsinya, bahkan dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS).

 

Membuka Kondom dengan Benda Tajam

Meskipun remeh, membuka pembungkus kondom semestinya hati-hati. Saat benda tajam seperti gunting, pisau, atau bahkan merobek kondom dengan gigi berisiko lebih besar rusaknya kondom.

4 Alasan Bayi Usia 6 Bulan ke atas Diberikan MPASI

Setelah berusia lebih dari 6 bulan maka bayi Anda perlu diberikan makanan pendamping ASI yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Berbagai makanan pendamping ASI dapat diberikan secara bergantian setiap hari agar bayi tidak merasa bosan. Berikut ini alasan kenapa bayi diberikan makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan ke atas yang perlu diketahui.

  1. Sumber Nutrisi Kebutuhan Tubuh

Pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi akan berjalan dengan optimal jika bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup. ASI yang Anda berikan terkadang tidak memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Di antaranya nutrisi yang terpenting untuk tubuh bayi yang bisa didapatkan dari makanan pendamping ASI adalah kalsium, zat besi, dan juga kalium.

Makanan pendamping ASI juga berfungsi untuk mengatasi masalah gatal pada gusi saat gigi mulai tumbuh. Makanan pendamping ASI akan membantu pergerakan otot rahang mulut bayi Anda. Anda bisa memilih makanan pendamping ASI yang memiliki kandungan gizi terbaik dan mendapatkannya di toko perlengkapan bayi orami.com.

Anda juga bisa berbelanja dengan menggunakan JGOS. Jangan lupa untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan makanan sebelum memberikannya pada bayi Anda. Jika bayi mengalami alergi seperti diare hentikan pemberian makanan tersebut.

  1. Kondisi Sistem Pencernaan

Makanan pendamping ASI diberikan pada usia 6 bulan karena bayi telah memiliki kondisi sistem pencernaan yang sempurna. Jika makanan diberikan pada usia bayi kurang dari 6 bulan maka akan berisiko pada bayi terjadinya sembelit atau gangguan kesehatan pada pencernaannya. Gigi bayi juga sudah mulai tumbuh sehingga memudahkannya dalam mencerna makanan.

  1. Imunitas Menjadi Lebih Kuat

Setelah berusia 6 bulan sistem imun bayi Anda akan menjadi lebih kuat sehingga bayi sudah memiliki kemampuan melawa kuman atau bakteri. Hal ini disebabkan di dalam makanan kemungkinan adanya kuman atau pun bakteri bisa saja terjadi. Anda harus hati-hati dalam memberikan makanan sekalipun sistem imun bayi telah mulai stabil.

  1. Melatih Bayi

Pemberian makanan pendamping ASI dimulai pada usia 6 bulan berfungsi juga sebagai pengenalan kepada bayi pada jenis makanan. Anda bisa mengganti menu makanan pendamping ASI secara berkala agar tidak monoton dan bayi tidak mengalami picky eater.

Sebuah kesulitan di kemudian hari untuk menerima makanan yang akan dimakannya. Mulailah dengan memberikan melatihnya dengan makanan yang bertekstur lembut dan terus meningkat sesuai usia dan pertumbuhan gigi bayi Anda.

Anda bisa memberikan makanan pendamping ASI dua kali sehari yaitu pada siang hari dan sore hari. Pemberian makanan pendamping ASI tentunya tidak mengurangi kuantitas pemberian ASI sebagai sumber nutrisi utama. Setelah dan sebelum pemberian makanan pendamping ASI pastikan tangan Anda dan bayi dalam keadaan higienis yang terhindar dari kuman dan bakteri.